Recent Post

Senin, 12 Maret 2012

"Bermain" Bersama Anak Didik

Seringkali terjadi kesalahan di dalam proses belajar mengajar baik itu kesalahan yang berasal dari anak didik atau yang berasal dari pengajar.

Kesalahan inilah yang nantinya akan berdampak pada sebuah kebuntuan antara anak didik dengan pengajar. Hal ini akan menjadi latar belakang ketidak - sukaan anak didik kepada pengajar atau pelajaran yang diajarkan oleh pengajar.

Pembelajaran yang penulis dapatkan, penulis jadikan sebagai acuan atau pedoman bagi penulis untuk memberikan arahan kepada anak didik bahwa hal semacam di atas adalah suatu kesalahan besar. Penulis tidak ingin anak didik justru memberi jarak kepada pengajar karena hal ini hanya akan merugikan dirinya sendiri.

Meluruskan kesalahan dan meminimalisir jarak antara pengajar dan anak didik adalah tugas bagi seluruh anak didik dan para pengajar.

Penulis sendiri berusaha menerapkan cara belajar yang penulis beri tema "Bermain Bersama Anak Didik". Di sini, penulis berusaha
mendekatkan diri dengan anak didik. Anak didik adalah individu yang berbeda satu sama lain, maka penulis berusaha menggunakan pendekatan - pendekatan dengan berbagai model pendekatan.

Memberikan salam, senyuman, menyapa, menanyakan kabar keluarga, memberikan motivasi, menelusuri keinginan anak didik, mengajak anak didik berbicara agar anak didik merasa nyaman kepada penulis (sebagai pengajar). Pemberian materi yang tidak membuat anak didik terbebani dan menjelaskan atau menerangkan materi dengan gaya bahasa yang tidak formal sehingga anak didik merasa klop dengan pengajar. Hal ini dapat membantu proses penyerapan materi lebih cepat ketimbang menggunakan gaya bahasa yang sulit dipahami oleh anak didik.

penulis berusaha menyelami diri anak didik untuk mengetahui sejauh mana anak didik memahami materi yang dijelaskan. mengevaluasi hasil belajar juga diperlukan agar anak didik tahu kemampuannya. Mengevaluasi bukan berarti kita membanding - bandingkan anak didik satu dengan anak didik yang lain, hanya saja evaluasi dibutuhkan untuk menjalin suatu kerjasama antara anak didik dengan pengajar.

Ketika kita cinta akan profesi kita sebagai seorang pendidik, maka kita harus siap menerima segala sifat anak didik kita. Belajar berbaur dan mau mengerti keadaan mereka. Perasaan seorang pendidik harus bersifat kritis dan sensitif terhadap segala tindak dan perilaku anak didik. Bukan hanya guru yang menjadi panutan sebagai seorang pendidik. Seorang ibu, ayah dan profesi lainnya yang sifatnya mendidik orang lain juga adalah pendidik yang memang harus jeli menempatkan diri. Hal ini dikarenakan seorang pendidik adalah sosok yang ditiru dan digugu oleh anak didik. Sekali berbuat baik atau salah, anak didik yang kritis pasti akan mengomentari perangai kita.

Pendidik tidak harus selalu mengajari hal A atau hal B kepada anak didik. Pendidik bisa "bermain" bersama anak didik. Maksud bermain di sini adalah menyelami setiap karakter anak didik, seperti dengan sesekali mengajak anak didik berwisata alam, berkunjung ke tempat yang disukai oleh anak didik atau melakukan hal - hal positif lainnya bersama anak didik. Meluangkan waktu bersama anak didik adalah hal yang paling menyenangkan. Melihat kopolosan anak didik akan membuat kita merasa bersyukur lebih bahwa Tuhan telah mengaruniakan keajaiban yang terpancar dari setiap umatnya.

Disaat kita mengukir kenangan bersama anak didik kita, kita akan tahu sifat dan karakter anak didik kita. Itulah hal terindah dan kado ternikmat setelah dengan ketulusan hati kita menjadi seorang pendidik. Kebahagiaan yang tidak ternilai dikala kita melihat anak didik kita menjadi seseorang yang bisa berguna dan sukses.

Pertanyaannya...
pernahkan kita "bermain" bersama anak didik kita?
Tidakkah kiat merasa kehilangan momen terindah itu?
Adakah hasrat diri untuk merendahkan hati kita untuk berbaur bersama anak didik kita?
Tak adakah waktu luang kita untuk mengecap indahnya hari bersama anak didik kita?

Demi sebuah penerus generasi bangsa, jadilah pendidik yang bisa dijadikan suri tauladan bagi setiap anak didiknya.

Merekahlah bibit baru yang unggul untuk bangsa yang sejahtera ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes